1 HARI DENGAN PRE-EKLAMPSIA RINGAN
DI PMB MARTINI, Amd.Keb
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019
LAPORAN
TUGAS AKHIR
Disusun
oleh:
Sri Kurniasih
201611046
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ADILA
BANDAR
LAMPUNG
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Puji Syukur
Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY
OF CARE TERHADAP Ny. A UMUR 36 TAHUN G3P2A0
USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 1 HARI DENGAN PREEKLAMPSIA RINGAN DI PMB MARTINI, Amd. Keb BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019”.
Penulisan Laporan Tugas Akhir ini
sebagai salah satu syarat memenuhi tugas akhir sebagai salah satu yarat Ujian
Akhir Program Pendidikan Diploma III Kebidaan. Terselesainya Laporan Tugas
Akhir ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, oleh sebab itu penulis
mengucapkan terimakasih kepada:
- dr.
Wazni Adila, MPH selaku direktur Stikes Adila Bandar Lampung.
- Ibu Septi Ristiyana, S.ST selaku
pembimbing akademik.
- Ibu Martini, Amd. Keb selaku
pembimbing lahan.
- Ny.
A dan keluarga yang telah membantu dan kerjasama yang baik sehingga
penulis studi kasus ini dapat terselesaikan.
- Seluruh
dosen dan staf pengajar Stikes Adila
Bandar Lampung.
- Orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan, dan motivasi.
7.
Rekan-rekan mahasiswi DIII Kebidanan yang telah memberikan
saran dan dukungan.
8.
Pihak-pihak yang terkait dalam penelitian
Penulis sangat menyadari bahwa
Laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu penulis
membuka kritik dan saran demi kemajuan penelitian selanjutya. Semoga
Laporan Tugas Akhir ini bermanfaat baggi semua pihak.
Bandar
Lampung, Maret 2019
Penulis
CURICULUM
VITAE
Nama lengkap : Sri Kurniasih
NIM :
201611046
Tempat, tanggal lahir : Tulang Bawang, 1 Juni 1997
Alamat : Mekar Jaya, Tulang Bawang Barat
Institusi : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung
Angkatan :
XI (Sebelas)
Riwayat Pendidikan
- SD : SD Negeri 1 Gedung Asri lulus
tahun 2009
- SMP : MTs Nurul Iman
Gedung Asri lulus tahun
2012
- SMA : SMAN 1 Penawar Aji lulus tahun 2015
- Saat
ini penulis sedang menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan di STIKes Adila kota
Bandar Lampung Tahun 2018/2019.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Kehamilan merupakan proses fisiologis
yang terjadi dalam tubuh seorang wanita. Meskipun merupakan suatu proses
fisiologis banyak sekali penyulit yang biasanya menyertai kehamilan yang dapat
mengakibatkan tingginya kematian maternal, Gangguan dan penyulit pada kehamilan
umumnya ditemukan pada kehamilan resiko tinggi. Yang dimaksud dengan kehamilan
resiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan
komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang
dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan
dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. (Prawiroharjo, 2018)
Gangguan dan penyulit kehamilan salah satunya
adalah preeklampsia. Preeklampsia dapat terjadi ante, intra, dan postpartum.
Dari gejala-gejala klinik preeklampsia dibagi menjadi preeklampsia ringan dan
preeklampsia berat. Secara teoritik, urutan-urutan gejala yang timbul pada
preeklampsia ialah edema, hipertensi, dan terakhir protein urine, sehingga bila
gejala-gejala ini timbul tidak dalam urutan diatas, dapat di anggap bukan preeklampsia.
(Prawiroharjo, 2018)
Preeklampsia ringan adalah suatu sindroma spesifik
kehamilan dengan menurunnya perfusi organ yang berakibat terjadinya vasospasme
pembuluh darah dan aktivasi endotel. Diagnosis preeklampsia ringan ditegakkan
berdasar atas timbulnya hipertesi yaitu sistolik/diastolik ≥140/90 mmHg,
protein urine positif 1 (+) dan edema pada lengan dan muka setelah kehamilan 20
minggu. Preeklampsia
berat adalah pre eklampsia dengan tekanan darah sistolik ≥160 mmHg dan tekanan darah
diastolik ≥110 mmHg disertai protein urine
positif 4 (+) dan edema pada lengan dan muka
setelah kehamilan 20 minggu. (Prawirohardjo, 2018)
Etiologi terjadinya preeklampsia belum bisa diketahui
secara pasti sampai saat ini, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya
preeklampsia yaitu primigravida/nulliparitas, usia ibu yang ekstrim (<20 th
dan >35 th), riwayat keluarga pernah preeklampsia/eklampsia,
penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil, obesitas,
diabetes melitus, penyakit trofoblas (70% terjadi pada kasus molahida tidosa). Kira-kira
85% preeklampsia terjadi pada kehamilan pertama. Paritas 2-3 merupakan paritas
paling aman ditinjau dari kejadian preeklampsia dan
risiko meningkat lagi pada grande multigravida. (Rukiyah, 2017)
Usia menjadi salah satu penyebab terjadinya preeklampsia
karena usia
reproduksi yang ideal bagi wanita untuk hamil dan melahirkan adalah usia 20-35
tahun, Usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun disebut juga sebagai usia
risiko tinggi untuk mengalami komplikasi selama kehamilan. Pada usia <20
tahun, ukuran uterus belum mencapai ukuran yang normal untuk kehamilan,
sehingga kemungkinan terjadinya gangguan dalam kehamilan seperti preeklampsia menjadi
lebih besar. Pada usia >35 tahun terjadi
proses degeneratif yang mengakibatkan perubahan sruktural dan fungsional
yang terjadi pada pembuluh darah perifer yang bertanggung jawab terhadap
perubahan tekanan darah, sehingga lebih rentan mengalami preeklampsia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Oktaria Denantika di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun
2012-2013 didapatan hasil dari 38
orang ibu yang berusia dalam kategori usia
risiko tinggi (< 20
tahun dan
> 35 tahun), 31 orang (38,3%) menderita preeklampsia dan 7 orang (8,6%) tidak menderita preeklampsia. Proporsi ibu yang berusia
dalam kategori usia risiko
tinggi dan menderita preeklampsia 4,43
kali lebih
banyak
daripada yang tidak menderita preeklampsia. (Denantika, 2015)
Preeklampsia
dapat menimbulkan berbagai komplikasi, yang termasuk
komplikasi antara lain adalah atonia uteri, sindrom HELLP, ablasi retina, gagal
ginjal, perdarahan otak, edema paru, gagal jantung, hingga syok dan kematian.
Komplikasi pada janin berhubungan dengan akut atau kronisya insufisiensi
uteroplasental, misalnya pertumbuhan janin terhambat dan premature. (Rukiyah,
2017)
Sampai saat ini angka kematian ibu
dan bayi masih sangat tinggi, Menurut WHO setiap hari, sekitar 800 perempuan meninggal akibat penyebab yang berhubungan dengan
kehamilan dan
persalinan. 99% dari seluruh kematian ibu
terjadi di negara berkembang.
Angka
kematian
ibu di dunia
pada tahun 2010 adalah 278.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan
dan persalinan.
Di
Indonesia pada tahun
2015 angka kematian
ibu adalah 359 per 100.000 kelahiran hidup
dan angka kematian bayi 32
kematian/kelahiran
hidup.
Hasil Survey Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2015, Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi
sebesar 309 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini turun jika dibandingkan pada
tahun 2012 yang hanya 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu adalah
perdarahan 28%, preeklamsia dan eklamsi 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, abortus 5%, dan lain-lain. Target global
SDGs (Sustainable Development Goals)
tahun 2030 adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000
kelahiran hidup.
(Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 Tahun 2018)
Continuity
Of Care merupakan hal yang mendasar dalam
model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holistik, membangun
kemitraan yang berkelanjutan untuk memberikan dukungan, dan membina hubungan
saling percaya antara bidan dengan klien. Pada asuhan Continuity Of Care seorang
wanita mengembangkan kemitraan dengan bidan untuk menerima asuhan selama
masa kehamilan, masa persalinan, masa
nifas dan KB.
(Astuti,
2017)
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis
tertarik untuk memberikan asuhan continuity of care dimulai dari masa
kehamilan, persalinan, nifas dan KB pada Ny. A umur 36
tahun G3P2A0 usia kehamilan 34 minggu 1 hari dengan
kejadian pre eklampsia
ringan di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung Tahun 2019.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian dalam latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah
sebagai berikut “Bagaimanakah asuhan kebidanan pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0
usia kehamilan 34 minggu 1
hari dengan Preeklampsia Ringan di PMB Martini, Amd.Keb Bandar
Lampung Tahun 2019?
C.
Tujuan
1.
Tujuan Umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan continuity of care terhadap Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 usia kehamilan 34 minggu1 hari dengan Preeklampsia ringan di PMB Martini, Amd.Keb Bandar
Lampung Tahun 2019.
2.
Tujuan Khusus
a.
Melakukan
pengumpulan data subyektif pada Ny. A umur
36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar
Lampung tahun 2019.
b.
Melakukan
pengumpulan data obyektif pada Ny. A umur
36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar
Lampung tahun 2019.
c.
Melakukan
analisis data pada Ny. A umur
36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar
Lampung tahun 2019.
d.
Melakukan
penatalaksanaan asuhan kebidanan Ny. A umur
36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar
Lampung tahun 2019.
e. Menyampaikan kesenjangan teori dan praktik pada
Ny. A umur 36 tahun G3P2A0
di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung tahun 2019.
D.
Manfaat Penulisan
1.
Bagi Penulis
Hasil studi kasus ini dapat untuk meningkatkan
pengalaman, wawasan, dan pengetahuan mahasiswi dalam asuhan kebidanan secara continuity of care pada ibu bersalin khususnya
dengan preeklampsia ringan.
2.
Bagi Institusi Pendidikan
Hasil studi kasus ini dapat dimanfaatkan
sebagai masukan atau revisi tentang penanganan kasus persalinan dengan preeklampsia ringan dan sebagai referensi atau sumber informasi
bagi mahasiswa dan pendidikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian.
3. Bagi
Klien dan Masyarakat
Agar klien maupun masyarakat dapat mencegah,
mendeteksi dini dari kasus preeklampsia ringan sehingga memungkinkan untuk segera mendapatkan
penanganan tindak lanjut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar