Kamis, 28 November 2019

BAB I


ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE TERHADAP Ny. A UMUR 36 TAHUN G3P2A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU
1 HARI DENGAN PRE-EKLAMPSIA RINGAN
DI PMB MARTINI, Amd.Keb
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019




LAPORAN TUGAS AKHIR




Disusun oleh:
Sri Kurniasih
201611046




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ADILA
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019





KATA PENGANTAR


Puji Syukur Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE TERHADAP Ny. A UMUR 36 TAHUN G3P2A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 1 HARI DENGAN PREEKLAMPSIA RINGAN DI PMB MARTINI, Amd. Keb BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019”.

Penulisan Laporan Tugas Akhir ini sebagai salah satu syarat memenuhi tugas akhir sebagai salah satu yarat Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Kebidaan. Terselesainya Laporan Tugas Akhir ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:
  1. dr. Wazni Adila, MPH selaku direktur Stikes Adila Bandar Lampung.
  2. Ibu Septi Ristiyana, S.ST selaku pembimbing akademik.
  3. Ibu Martini, Amd. Keb  selaku pembimbing lahan.
  4. Ny. A dan keluarga yang telah membantu dan kerjasama yang baik sehingga penulis studi kasus ini dapat terselesaikan.
  5. Seluruh dosen dan staf pengajar Stikes Adila Bandar Lampung.
  6. Orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan, dan motivasi.
7.      Rekan-rekan mahasiswi DIII Kebidanan yang telah memberikan saran dan dukungan.
8.      Pihak-pihak yang  terkait dalam penelitian
Penulis sangat menyadari bahwa Laporan Tugas Akhir ini masih  jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis  membuka kritik dan saran demi kemajuan penelitian selanjutya. Semoga Laporan Tugas Akhir ini bermanfaat baggi semua pihak.

Bandar Lampung,      Maret 2019

Penulis


CURICULUM VITAE 

Nama lengkap                         : Sri Kurniasih
NIM                                        : 201611046
Tempat, tanggal lahir              : Tulang Bawang, 1 Juni 1997
Alamat                                    : Mekar Jaya, Tulang Bawang Barat
Institusi                                  : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung    
Angkatan                                : XI (Sebelas)

Riwayat Pendidikan
  1. SD                   : SD Negeri 1 Gedung Asri lulus tahun 2009
  2. SMP                : MTs Nurul Iman Gedung Asri lulus tahun 2012
  3. SMA               : SMAN 1 Penawar Aji lulus tahun 2015
  4. Saat ini penulis sedang menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan di STIKes Adila kota Bandar Lampung Tahun 2018/2019.

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang
Kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh seorang wanita. Meskipun merupakan suatu proses fisiologis banyak sekali penyulit yang biasanya menyertai kehamilan yang dapat mengakibatkan tingginya kematian maternal, Gangguan dan penyulit pada kehamilan umumnya ditemukan pada kehamilan resiko tinggi. Yang dimaksud dengan kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. (Prawiroharjo, 2018)

Gangguan dan penyulit kehamilan salah satunya adalah preeklampsia. Preeklampsia dapat terjadi ante, intra, dan postpartum. Dari gejala-gejala klinik preeklampsia dibagi menjadi preeklampsia ringan dan preeklampsia berat. Secara teoritik, urutan-urutan gejala yang timbul pada preeklampsia ialah edema, hipertensi, dan terakhir protein urine, sehingga bila gejala-gejala ini timbul tidak dalam urutan diatas, dapat di anggap bukan preeklampsia. (Prawiroharjo, 2018)

Preeklampsia ringan adalah suatu sindroma spesifik kehamilan dengan menurunnya perfusi organ yang berakibat terjadinya vasospasme pembuluh darah dan aktivasi endotel. Diagnosis preeklampsia ringan ditegakkan berdasar atas timbulnya hipertesi yaitu sistolik/diastolik ≥140/90 mmHg, protein urine positif 1 (+) dan edema pada lengan dan muka setelah kehamilan 20 minggu.  Preeklampsia berat adalah pre eklampsia dengan tekanan darah sistolik ≥160 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥110 mmHg disertai protein urine  positif 4 (+) dan edema pada lengan dan muka setelah kehamilan 20 minggu. (Prawirohardjo, 2018)

Etiologi terjadinya preeklampsia belum bisa diketahui secara pasti sampai saat ini, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia yaitu primigravida/nulliparitas, usia ibu yang ekstrim (<20 th dan >35 th), riwayat keluarga pernah preeklampsia/eklampsia, penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil, obesitas, diabetes melitus, penyakit trofoblas (70% terjadi pada kasus molahida tidosa). Kira-kira 85% preeklampsia terjadi pada kehamilan pertama. Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari kejadian preeklampsia dan risiko meningkat lagi pada grande multigravida. (Rukiyah, 2017)

Usia menjadi salah satu penyebab terjadinya preeklampsia karena usia reproduksi yang ideal bagi wanita untuk hamil dan melahirkan adalah usia 20-35 tahun, Usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun disebut juga sebagai usia risiko tinggi untuk mengalami komplikasi selama kehamilan. Pada usia <20 tahun, ukuran uterus belum mencapai ukuran yang normal untuk kehamilan, sehingga kemungkinan terjadinya gangguan dalam kehamilan seperti preeklampsia menjadi lebih besar. Pada usia >35 tahun terjadi  proses degeneratif yang mengakibatkan perubahan sruktural dan fungsional yang terjadi pada pembuluh darah perifer yang bertanggung jawab terhadap perubahan tekanan darah, sehingga lebih rentan mengalami preeklampsia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oktaria Denantika di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2012-2013 didapatan hasil dari 38 oranibyanberusidalam  kategori  usia  risiko tinggi (< 20 tahun dan > 35 tahun), 31 orang (38,3%) menderita preeklampsia dan 7 orang (8,6%) tidak menderita preeklampsia. Proporsi ibu yang berusia dalam kategori usia risiko tinggi dan menderita preeklampsia  4,43  kali  lebih  banyak  daripada  yang tidak menderita preeklampsia. (Denantika, 2015)

Preeklampsia dapat menimbulkan berbagai komplikasi, yang termasuk komplikasi antara lain adalah atonia uteri, sindrom HELLP, ablasi retina, gagal ginjal, perdarahan otak, edema paru, gagal jantung, hingga syok dan kematian. Komplikasi pada janin berhubungan dengan akut atau kronisya insufisiensi uteroplasental, misalnya pertumbuhan janin terhambat dan premature. (Rukiyah, 2017)

Sampai saat ini angka kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi, Menurut WHO setiap hari, sekitar 800 perempuan meninggal akibat  penyebab  yang berhubungan  dengan kehamilan dan persalinan. 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang. Angka  kematian  ibu  di  dunia  pada  tahun 2010 adalah 278.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. D Indonesi pad tahun   2015   angka kematian   ibu   adala 359   pe 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 32 kematian/kelahiran hidup.
Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 309 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini turun jika dibandingkan pada tahun 2012 yang hanya 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan 28%, preeklamsia dan eklamsi 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, abortus 5%, dan lain-lain. Target global SDGs (Sustainable Development Goals) tahun 2030 adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. (Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 Tahun 2018)

Continuity Of Care merupakan hal yang mendasar dalam model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holistik, membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memberikan dukungan, dan membina hubungan saling percaya antara bidan dengan klien. Pada asuhan Continuity Of Care seorang wanita mengembangkan kemitraan dengan bidan untuk menerima asuhan selama masa  kehamilan, masa persalinan, masa nifas dan KB.
(Astuti, 2017)

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk memberikan asuhan continuity of care dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan KB pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 usia kehamilan 34 minggu 1 hari dengan kejadian pre eklampsia ringan di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung Tahun 2019.






B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut “Bagaimanakah asuhan kebidanan pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 usia kehamilan 34 minggu 1 hari dengan Preeklampsia Ringan di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung Tahun 2019?

C.      Tujuan
           1.       Tujuan Umum
     Mampu memberikan asuhan kebidanan continuity of care terhadap Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 usia kehamilan 34 minggu1 hari dengan Preeklampsia ringan di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung Tahun 2019.
           2.       Tujuan Khusus
a.    Melakukan pengumpulan data subyektif pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung tahun 2019.
b.    Melakukan pengumpulan data obyektif pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung tahun 2019.
c.    Melakukan analisis data pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung tahun 2019.
d.   Melakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung tahun 2019.
e.    Menyampaikan kesenjangan teori dan praktik pada Ny. A umur 36 tahun G3P2A0 di PMB Martini, Amd.Keb Bandar Lampung tahun 2019.

D.      Manfaat Penulisan
           1.       Bagi Penulis
     Hasil studi kasus ini dapat untuk meningkatkan pengalaman, wawasan, dan pengetahuan mahasiswi dalam asuhan kebidanan secara continuity of care pada ibu bersalin khususnya dengan preeklampsia ringan.
           2.       Bagi Institusi Pendidikan
     Hasil studi kasus ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan atau revisi tentang penanganan kasus persalinan dengan preeklampsia ringan dan sebagai referensi atau sumber informasi bagi mahasiswa dan pendidikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian.
           3.    Bagi Klien dan Masyarakat
     Agar klien maupun masyarakat dapat mencegah, mendeteksi dini dari kasus preeklampsia ringan sehingga memungkinkan untuk segera mendapatkan penanganan tindak lanjut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar